Sabtu, 16 Mei 2015

Mencari Renjana

Niatnya hari ini akan mengerjakan PR kantor. Buka laptop langsung buka file kerjaan. Namun apa daya, seonggok modem yang ada di depan mata menggoda saya.
dan terkoneksilah saya dengan dunia maya. jaringan-jaringan tak bernama. menghubungkan dunia lain di luar depok city.
beberapa web langganan langsung saya kunjungi. pertama psychologytoday.com, selanjutnya allkpop, dan youtube. uwow! this is weekend anyway, i should take a break from work thingy, right? right? *procastination mode : on*
okelah 15 menit sajaa... cus berangkat
dan 15 menit berlalu, tapi saya masih kongkow di dunia maya. somewhere pernah baca, salah satu penghalang produktifitas adalah koneksi internet. *ngok*.. tapi di kantor, enggak tuh. kalau memang harus kerja, ya kerja.. mungkin karena weekend yaa, otak jadi beku sebeku hati akoh. malas mikir berat-berat. dan semakin jauh lah dari ngerjain PR.
hal yang membuat saya semakin jauh dari ngerjain PR, antara lain 1) cover version I Really Like you Carly Rae Japson versinya Justin Bryte. Ada kali 10 kali rewind. Kalau beneran nyanyi di depan saya, dia sudah seret kali yah, nyanyi mulu kayak orang bener. 2)Tedx Talk. Sebenarnya gak sengaja juga sih, gara-gara nemuin judul Tedx Talknya menarik, The philosophy of happy life oleh Sam Bern. Kemudian jadi ketagihan melihat Tedx Talk lainnya.

Dan si Tedx Talk inilah guilty pleasure saya hari ini.

Kalau yang belum pernah tahu Tedx Talk itu apa, Tedx Talk semacam ajang berbagi ide dengan beragam topik. Ada yang share tentang cara menulis kreatif, ada yang share keahlian dia dalam beatbox, dan Sam Bern berbagi tentang filosofi bahagia versi dia. Benang merah dari semua orang yang berbagi cerita itu, mereka adalah orang-orang yang passionate terhadap apa yang mereka sharing itu.
Mereka bercerita tentang idenya menggunakan slide presentation.Berdiri di atas panggung besar, yang mostly backgroundnya hitam, ditonton banyak orang di ruang tersebut. Kalau saya mah udah jiper kali yah. Mau buka acara asesmen direct sales aja mesti role play sama mamut berkali-kali. padahal pesertanya cuma empat. hehehe.
i really hate talkshow yang sifatnya satu arah itu. tapi somehow orang-orang itu membuat saya ga sedikitpun berniat untuk berpaling ke exo. itukah kekuatan orang yang bicara sesuatu atas apa yang dipercayai atau yang dicintai? atau kata Rene Suhardono, it called passion. diindonesiakan menjadi renjana. 

Renjana.Rasa hati yang kuat.Sesuatu yang mendorong dari dalam diri, memberikan energi sehingga orang bisa berdaya terus berkarya meskipun banyak hambatan. Bisa ga tidur siang malam dalam upayanya memenuhi sang renjana. Dan rasa itu menimbulkan kebahagiaan.

I used to think passion is something you find at the first day you were born. Someting given. Written in Lauhful Mahfuz. 
tapi ya kalau dipikir-pikir, steve job itu perlu ikut kelas font pada komputer dulu sebelum akhirnya sadar dia suka dan merasa itulah panggilan hatinya. sungha jung lahir di keluarga yang suka musik, dan dari kecil terpapar musik, jatuh cintalah dia sama musik. Guru SD saya, semua keluarganya guru, beliau melihat ada bahagia di mata ibunya saat ibunya berhasil mengajari seorang anak membaca. kemudian beliau pun menemukan panggilan jiwa sebagai guru. Pengusaha Lele Lela, awalnya juga karena makan lele dan mencintai lele *sebagai makanan kesukaan lho*. Dan dia pun baru bereksperimen dengan lele, jadilah lele lela yang kita kenal sekarang. 

At least, pasti pernah sekali dua bersinggungan dengan bakal calon renjananya masing-masing. Saya pikir, renjana itu pasti akan ditemukan cepat atau lambat. Mungkin bukan ditemukan kali ya, tapi disadari. Karena seringnya kita sebenarnya sudah bertemu sama panggilannya, cuma ga disadari.

Rasanya pasti seru kalau pekerjaan saat ini sudah pada jalur renjananya masing-masing. Tapi kalau cuma fokus nyari renjana aja, saya rasa ga akan ketemu. Dicoba dan dirasa-rasa lah apa yang di depan mata.

'Start where you are, use what you have, and do what you can' begitu sang bijak berkata.

your heart will know it lah when you already found that so called passion.

Saya pun masih mencoba dan merasa-rasa. meanwhile just enjoy what life brings sabi lah :)

Dan sampai dengan saat ini, itu PR ga kepegang. Bubar jalan edisi pegawai dengan loyalitas tanpa batas. *deepsigh*

Nengok running man dulu sabi niii.. :D

#edisiliburan #weekendforfun


Sabtu, 07 Maret 2015

Too Good To Be True

Sudah lama saya tidak merasakan yang saya istilahkan sebagai Zonk. Keadaan di mana saya merasa flat-flat saja, tidak happy pun tidak bersedih hati. Buat apalah bersedih hati, toh apa yang terjadi saat ini tidak menimbulkan kesedihan. Kenapa pula tidak bahagia? mungkin bukan tidak bahagia, hanya delay bahagia.
Sepertinya otak saya masih memproses apa yang terjadi saat ini, di mulai dari drama seminggu terakhir ini. Bagi saya berakhir dengan ending yang tidak terduga. Bagi yang lain, belum sampai pada endingnya
It's just...
saya hilang kata, ini luar biasakah?kenapa seperti ada yang mengganjal? tapi tidak tahu apa.
Mungkin terlalu bahagia bisa menyebabkan seseorang tidak memahami pada kekinian ini ia bahagia.
entah.

Sabtu, 21 Februari 2015

Keep Your Cangkem

Dan bencana itu datang juga.
Beneran ya, mulutmu harimaumu. Seorang teman habis curhat karena rahasianya yang mau dia keep sendiri, beterbangan di mana-mana. Kayak ember bocor yang airnya berjatuhan di lantai.
Speechles juga. Bingung mau bantunya gimana.
Apa yang sudah ada di publik, sulit untuk dibendung lagi. Yang jelas saya prihatin (ala-ala presiden).
'Gw gak nyangka dia kayak gitu. Apa urusan dia dan untungnya apa dia nyebar-nyebar ke sana kemari.'
Pada saat ditanya seperti itu, saya cuma bisa berusaha menenangkan dia. Bukan apa-apa kalau dia marah sudah seperti Hulk. Khawatir meja dan kursi hancur sama dia. Gimana coba unit GA bisa beresin itu semua, satu rim kertas aja lama bener diadainnya (eh OOT).
Ya Allah, mudah-mudahan mulut ini terjaga dari ngemberin rahasia orang. Keep silent or not knowing anything. Gak usah kepo-kepo. Walaupun kepo is my middle name. Selain ngemberin sebaiknya jauh-jauh dari gossipin orang. Somewhere di akun insta orang, sebodoh-bodoh orang adalah menyebarkan segala yang dia dengar. Saya gak mau jadi bodoh, oleh karenanya i must keep my cangkem.Dan lagian ngomongin saudara sendiri juga sama aja kayak makan bangkai kan? kan? kan? (noyor-noyor kepala sendiri).
Pelajaran ini sungguh berharga. Meskipun gak terlibat juga. Dan kenapa juga akhirnya terlibat yak? (ah, tepok jidat).
Ssst.. better be silent or not knowing anything.
Mengenai teman saya tersebut, saya akan mendampinginya untuk mengklarifikasi kepada si tersangka pengember. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, bocah ini kalau marah udah macam hulk. Isunya sensitif juga. Saya merasa berkewajiban ada di sana sebagai wasit.

Dipikir-pikir ini macam dilema SMA yah.. udah lama gak mengalami hal seperti ini.

Inhale Exhale
Mudah-mudahan semua ini bisa diselesaikan secara adat tanpa korban jiwa.


Note :
Cangkem : Mouth in javanese. The rude one. Better not using this word in daily life. esp. someone older than you.

Sabtu, 17 Januari 2015

satu..dua..tiga (pesawat)

Satu..dua..tiga
Tiga pesawat mengudara. Aku menerka-nerka di mana kamu berada. Pesawat yang berwarna biru itukah? Merahkah? Atau putihkah?

Satu..dua..tiga
Tiga pesawat yang lain siap lepas landas. Aku sedikit cemas. Kedua lututku terlunglai lemas.

Satu..dua..tiga
Tiga pesawat mendarat. Aku berdoa cepat-cepat. Semoga ada kamu terdapat.

Satu..dua..tiga
Tiga pesawat lain entah kemana. Masih berharap kamu ada di sana.

Satu..dua..tiga pesawat
Tak kan lelah meski terus berhitung hingga seribu pesawat. Kuharap awan di atas sana menyampaikan salamku, agar kau selalu selamat.

Satu..dua..tiga pesawat
Tiga pesawat akan segera hadir. Aku setia menunggu hingga waktu yang tertakdir.




awalnya tulisan ini dibuat karena terinspirasi oleh seorang teman yang menjalani LDR. kemudian setelah berita tentang musibah Air Asia, jadi teringat kembali akan tulisan ini.
melihat keluarga yang ditinggalkan sungguh memilukan.
mudah-mudahan senantiasa dikuatkan, dihebatkan, dan disabarkan oleh Tuhan YME.

Lepas Kendali




Saya belum pernah mengutarakan apa yang saya rasakan kepada orang lain secara blak-blakan. Baik kepada keluarga, teman-teman sepermainan, apalagi kepada orang yang lebih senior.
Entah ada angin dari mana, hari itu rasanya segala amarah sudah menumpuk. Akumulasi bertahun-tahun. Meledak lah.. ngokk
Saya menulis email sepanjang 3 halaman jika dikonversi kepada ms.word. Kayak novel pikir saya, tapi masa bodoh. Hal ini sungguh mengganggu...
Biasanya saya tipikal orang yang akan lama mengedit sana sini jika membuat surat complain. Memastikan bahasanya halus, selembut sutra, dan tidak menyakiti. Tapi hari itu langsung dikirim saja.
Mulai dari kata kesal, sebal, dendam, dll..keluar
Satu sisi saya merasa sungguh lega. Seperti pup setelah konstipasi 2 minggu. Plong
Di satu sisi, setelah 24 jam email tersebut terkirim, saya baru berpikir lebih jernih. What the heck am i doing?  Literally losing control. Yah, nasi sudah basi. Mau dikatakan apa lagi. Jaring-jaring tak bernama itu sudah menyampaikan pesan saya. 3 halaman ms.word. tanpa terjebak macet. Sampai, tidak sampai 5 menit. Duh!
Benar kata sebuah artikel, sebaiknya jika menuliskan email yang isinya hardcore, berpotensi konflik, ditunda sampai dengan keesokan harinya. Biasanya emosi hanya perlu disalurkan sesaat, tanpa pernah benar-benar marah. Tapi nasi benar-benar sudah jadi basi.
Menyampaikan kritik itu memang tidak dilarang. Sepanjang penyampaiannya baik dan bermaksud untuk membangun. Sampai saat itu, saya menenangkan hati bahwa ini adalah suatu pembelajaran. Benar atau salahnya relatif. Kemudian teringat dengan nasihat dari Mbake, hati akan cemas dan galau jika mengerjakan sesuatu yang salah atau tidak tepat. Yang akhirnya dapat dilakukan hanyalah beristighfar, mohon ampunan.
Bagaimanapun juga segala sesuatu terjadi menurut kehendak-Nya.
Alloh hendak mengajari saya suatu hal, saya yakin itu.
Saat bertemu dengan orang tersebut, yang sebenarnya sangat saya hormati itu, saya tidak tahu harus berbuat apa. Syukurlah beliau menyempatkan waktu untuk mengajak saya bicara dan Subhanalloh betapa luasnya hati orang tersebut. Mudah-mudahan Alloh mudahkan dan senantiasa merahmatinya dalam segala hal. Kami pun saling memohon maaf dan yang membuat saya super happy adalah beliau mempertimbangkan keberatan saya terhadap sesuatu hal dan segera mengeksekusinya.
Semenjak hari itu, saya tidak akan bosan-bosannya untuk mengingati diri untuk lebih berhati-hati. Dan pun bila ada kesal dengan orang lain, jangan pernah segera meluapkannya. Tunggu sampai hati lebih tenang dan kepala lebih dingin. Mana tahu, di lain kesempatan dampaknya bisa merusak.
Ya Alloh, ampuni hamba atas kelemahan ini. Segala puji bagiMu yang mengizinkan hamba belajar dari setiap kejadian yang Engkau kirimkan.
Mudah-mudahan Engkau Ridho dan senantiasa menuntun hamba. Aamiin