Selasa, 19 Juli 2011

meracau #1

saya bukan tipe orang yang kalau sedang marah, meledak2 tidak terkendali. lebih diam. dipendam saja.
saat marah sudah diubun-ubun, maka marah itu akan termanifestasi sebagai kata-kata nyelekit. itu salah. saya tahu semestinya dalam marah pun harus asertif. saya yang salah. kamu selalu benar.

Senin, 18 Juli 2011

mampus

mengubah topik skrispi mendadak padahal 2,5 bulan kemudian adalah deadline pengumpulan skripsi terakhir,
meneliti topik yang sebenarnya nekat,
pulang larut malam karena mengejar penguji skripsi sampai bekasi,
pergi tanpa izin untuk nonton di bioskop bersama teman,
main futsal padahal dokter melarang main selamanya,
bernyanyi di depan orang banyak meskipun suara pas-pasan sambil menari,
semua risiko itu saya tempuh. biar sulit saya mampu.
tapi menatap mata kamu, yang penuh harap atas sesuatu yang tidak bisa saya janjikan.
saya
M.A.M.P.U.S

hari yang melelahkan

akhirnya beres juga revisi skripsi saya. beres dalam arti sebenarnya. sudah di jilid cakep, dibuat pdf dan di-burn ke cd, sudah ngendon di perpustakaan dan sudah dapat tiket buat yudisium besok. alhamdulillah. hehehe.
tadi pagi waktu saya mengambil skripsi di bagian akademik, rasanya hati sudah berbunga-bunga. itu skripsi saya pandang-pandangi terus. 'gilak, ini skripsi jadi juga'. semakin dipandang, kok semakin janggal ya tapinya. hm, ada apa ya? ternyata saya lupa menyisipkan satu kata dan berakibat fatal pada cover skripsi saya. rasanya saat itu, saya langsung merasa dodol sedunia. hadeeeh. -___________-"
apa karena subjek skripsi saya lansia yah, jadinya saya ikutan kayak lansia, kurang awas gitu. yah, oke langsung deh saya ambil keputusan buat ngescan ttd lembar pengesahan sebelum dirombak ulang jilid-an yang sudah cakep itu. setelah ditolak di berbagai tempat penjilidan, akhirnya dapat juga yang menyanggupi selesai hari ini juga. *mari doakan supaya tempat jilidan ini lanjar jaya usahanya*. rasanya sedikit lega. sambil nunggu jilidan selesai, saya menyelesaikan printilan lainnya sambil makan pagi menjelang siang.
printilan ngubah format word ke pdf ternyata ga makan waktu lama, sekejap mata juga beres. cuma 30 menit sudah beres plus diburn di cd. sambil membunuh waktu saya refleksi diri. agaknya saya benar2 bermasalah dalam hal ketelitian. dampaknya jadi buang waktu dan uang. ini bukan sekali dua kali, sudah berkali-kali. berkali-kali juga saya tobat untuk tidak lagi ceroboh dalam segala sesuatunya. yah, cuma jadi wacana. tapi beneran deh, saya harus berubah. meningkatkan ketelitian demi masa depan cerah. kali ini harus ditepati! fighting!
anyway, selain mesti ngerombak jilidan yang sudah cakep, saya juga mesti nyetak ulang foto. mestinya 4x6, tapi yang saya cetak 6x6, lengkap kedodolan hari ini. ah, stupid me! -_-"

Jumat, 08 Juli 2011

i look to you

As I lay me down
Heaven hear me now
I’m lost without a cause
After giving it my all

Winter storms have come
And darkened my sun
After all that I’ve been through
Who on earth can I turn to?

I look to you
I look to you
After all my strength is gone
In you I can be strong

I look to you
I look to you
And when melodies are gone
In you I hear a song, I look to you

About to lose my breath
There’s no more fighting left
Sinking to rise no more
Searching for that open door

And every road that I’ve taken
Led to my regret
And I don’t know if I’m gonna make it
Nothing to do but lift my head

I look to you
I look to you
And when all my strength is gone
In you I can be strong

I look to you
I look to you
And when melodies are gone
In you I hear a song, I look to you

My levee’s have broken, my walls have come
Crumbling down on me
The rain is falling, defeat is calling
I need you to set me free

Take me far away from the battle
I need you, shine on me

I look to you
I look to you
After all my strength has gone
In you I can be strong

I look to you
I look to you
And when melodies are gone
In you I hear a song, I look to you

I look to you
I look to you

to one of my favorite person



for u

denganmu semua air mata menjadi tawa suka ria
akankah kau selalu ada, menemani dalam suka duka?

-karena kamu cuma satu, naif

Kamis, 07 Juli 2011

#3

hari ini,
mata lelah sebab tak terpejam sedari tadi,
pikiran berkelana kesana kemari,
dari malam yang pekat hingga tiba mentari

hari ini,
tak ada yang lebih diinginkan selain membenamkan diri dari selimut
menata hati yang sedang tak lembut
menginginkan satu usapan atau pelukan yang bertaut

hari ini,
ada kisah yang menunggu untuk diutarakan
ada kecewa yang ingin dihempaskan
ada sayang yang ingin dikirimkan

hari ini,
semua dihadapi sendiri
biar sepi
kemudian bertepi

#2

akhir-akhir ini, ritual baru saya adalah melihat kalendar. menandai hari-hari yang berlalu. mengerjakan apa-apa yang bisa dilakukan sebelum terlambat. seiring dengan itu, semakin hari semakin merasa takut. takut kehilangan. mereka masih dapat diraih dalam pandangan. hanya saja bayangnya setiap hari semakin kabur.

Selasa, 05 Juli 2011

Pancake terima kasih. :)

Ini kemajuaaan. :D
hari ini saya membuat pancake tanpa asistensi dari ibu atau adik saya, Rika, saat memasak. hasilnya lumayan. dari segi penampilan, yah mendekati aslinya. dari segi rasa, bochan bilang enak. suatu pertanda bahwa pancake saya layak makan. soalnya bochan hobi makan dan punya selera yang oke punya. hehehehe. PA saya sempat bilang, 'kamu bikin mpek-mpek chy?'. -_____-". setelah beliau merasakannya, katanya enak. yah, ga masalah deh awalnya dibilang mpek2, yang penting endingnya dibilang enak. haahhaha. saya merasa deg-degan banget waktu pamer ke beliau. mungkin ini juga yang dirasakan oleh peserta master chef saat memberikan hasil masakannya untuk dinilai oleh para juri. hehehe.
banyak yang berkomentar, 'tumben banget'. memang, saya akui ini agak di luar kebiasaan. biasanya saya lebih suka nyicip dibandingkan bikin. hehehe. tapi hari ini jelas beda. saya bikin pancake untuk alasan khusus. salah satu cara saya untuk bilang terima kasih. sebenarnya saya bikin ini khusus untuk beberapa orang tertentu saja. *yang tentunya tidak perlu dituliskan*. kenapa saya memilih untuk mengucapkannya dengan makanan? karena makanan itu membuat kenyang. hehehe. selain itu, makanan juga memberikan asupan energi buat tubuh. selama ini mereka selalu membuat saya kenyang dengan memberikan makanan yang lezat juga menyehatkan. mereka membuat saya kenyang dengan afeksi, memberikan energi saat saya membutuhkan. mereka itu ibaratnya makanan buat saya. hahaha. kenapa pancake? karena itu yang saya bisa dan mudah bagi pemula. :p
sisa-sisa waktu saya di kampus sudah tidak banyak. oleh karenanya, selagi ada waktu dan ada kesempatan saya ingin membalas budi mereka dengan sebaik2nya. sungguh beruntung bisa bertemu dan berteman dengan kalian.
pancake itu ucapan terima kasih saya. :)




teman itu seperti sofa

teman itu seperti sofa empuk yang bikin malas bergerak. soalnya mereka memberikan kenyamanan sehingga kita tidak perlu takut tidak diterima juga bisa dengan bebas mengekspresikan diri apa adanya.

teman itu seperti sofa empuk yang menyulap lelah kita menjadi energi baru. soalnya dengan melihat wajah-wajah mereka atau tepukan lembut di pundak kita, semua penat berubah menjadi suka cita. setelahnya, langkah ke depan menjadi lebih ringan.

teman itu seperti sofa empuk yang tidak menyakiti meskipun kita jatuh dengan keras di atasnya. pertemanan tidak selalu berjalan mulus. kadang-kadang ada kerikil-kerikil atau sandungan-sandungan kecil. namun itu semua tidak akan membuat kita terpuruk, melainkan menjadi sarana pendewasaan juga mempererat ikatan yang renggang.

terima kasih teman. semoga saya adalah sofa yang empuk bagi kalian. :D

Senin, 04 Juli 2011

nice quote #1

The real treasures are your friends and family. –Woody (Toy Story 2)

Jumat, 01 Juli 2011

Separation Anxiety Attack

just thinking about separation makes me feel bad. haha. tapi, mau gak dipikirin pun tetap kepikiran. kalau kata frank sinatra, 'and now the end is near'. bukan berarti sudah ga ada perjalanan setelah ini, cuma ibaratnya naik kereta ini sudah hampir dekat dengan stasiun pemberhentian. harus turun, mau gak mau. 'the end' yang saya bicarakan di sini adalah masa kuliah di kampus yang sebentar lagi expired.
sebagian orang mungkin akam berpikir, ini lebay banget. people comes and goes. it so natural, why so serious? buat saya ini sangat berkesan dan berarti sesuatu. karena dalam kehidupan kampus ini, saya pertama kali belajar untuk percaya kepada orang lain dan mempertahankan hubungan yang berarti dengan orang lain. untuk pertama kalinya, saya membiarkan orang lain tahu, apa yang saya rasa, pikir, dan menampilkan berbagai sisi dari saya. tidak semua juga sih. hanya saja dibandingkan dengan masa-masa sd, smp, sma, masa kuliah ini saya punya beberapa orang yang saya anggap dekat.
dulu saya selalu menghindar setiap kali ada orang lain yang mencoba dekat. saat saya merasa terlalu dekat dengan orang lain, saya akan kabur. hubungan yang saya maksud lebih ke arah pertemanan yo. saat terlalu dekat dengan orang lain, maka hubungan tersebut akan menjadi sangat kompleks. saya ga mau merasakan kehilangan, kecewa, dan timbul perasaan ketergantungan pada orang lain. meskipun di sisi lain, orang-orang dekat ini yang lebih siap siaga untuk membuat kita menjadi senang, merasa berarti, dan sumber penguatan. saat itu, saya memilih untuk menjadi single fighter. susah , senang, duka, dan cita ya disimpan sendiri saja. pun bercerita tentang hal-hal pribada sekadarnya saja. dalam rangka menghargai orang lain.
di masa perkuliahan ini, saya mengambil risiko yang sebelumnya saya takuti. singkat kata, ada beberapa orang yang cukup dekat. kepada mereka saya cukup banyak curhat. bahkan saya pernah berkonflik juga. saat mengalami konflik ini, saya sempat berpikir, wah, mending udahan aja deh. emang gw gak cocok terlalu dekat sama orang. tapi sebagian diri saya merasa ini pengalaman yang mendewasakan. jadi saya hadapi konflik itu. hasilnya, saya survive. haha. saya merasa lebih memahami mereka setelah konflik itu. jadi saat ada sesuatu yang gak nyaman, saya bisa lebih tolerir.
lama-lama saya sudah mulai bisa percaya dengan orang lain dan menjadi lebih terbuka. bagaimana pun kita hidup di antara manusia-manusia lain. gak mungkin bisa sendirian terus seumur hidup.
saya sangat bersyukur menemui mereka dalam simpang kehidupan ini. senang karena garis hidup kami saling bertemu di satu titik. saya merasa beruntung memiliki orang-orang ini disekitar saya. dan saya merasa bangga juga pada diri sendiri karena berani keluar dari zona nyaman.
dampak dari hubungan yang dekat ini, ya itu tadi, ada perasaan takut kehilangan saat harus berpisah. hal ini yang sedang saya alami sekarang. pernah saya utarakan perasaan takut ini pada salah seorang teman dekat tersebut, dia bilang selama masih ada teknologi yang namanya sms, ym, social media, dan masih napas semua akan baik-baik saja. yah, semoga :)

selamaat Anggayasthi W.U., S.Psi

tadi siang, saya menghadiri sidang seorang teman baik selama di psikologi. Namanya Anggayasthi Widhyarani Utami. buahahaha! *entah hoax atau enggak. Saya gak hapal nama lengkapnya. =D. Mari kita sebut saja dengan widyong.
widyong ini suka banget sama kucing. dia juga punya piaraan kucing. waktu saya ke rumahnya dengan beberapa teman lainnya, saya sempat melihat kucing itu. saking sukanya dengan kucing, alamat emailnya juga berbau-bau kucing. dia kucing banget deh. haha.
balik lagi ke waktu siang tadi, sebelum masuk ruangan sidang dia terlihat sangat nervous. saya yang cuma datang untuk nyemangatin jadi ikutan deg-degan. hanya saja, karena saya super cool, saya tidak memperlihatkan wajah cemas saya kepada dia. nanti, salah-salah dia malah jadi makin cemas. saya dan beberapa teman terus menyemangatinya. tapi, seberapa keras pun saya berusaha, sepertinya ia tetap cemas. yah, itu lumrah yah. saya juga cemas waktu sidang tanggal 21 juni lalu. rasanya pengen fast forward agar melewati hari itu. hehehe. saya yakin dia bisa melewati sidangnya, she's soooo well prepared. gak kayak saya. :D
kemudian tibalah saatnya dia sidang. kira-kira 2 jam kemudian dia keluar dengan tampang sumringah. dia ini aneh, saat sumringah mukanya berubah menjadi warna merah. benar-benar merah kayak kebakar matahari. hihihihi. saya yang melihat wajah sumringahnya, jadi ikut senang. benar-benar senang. bukan faking happy. saya ikut merasakan perasaan lega yang widyong rasakan. mungkin karena dia salah satu teman baik saya selama kuliah ya. hehehe. sampai akhirnya dia dinyatakan lulus oleh dewan penguji. huwowww, senaaang. :D
dengan demikian, semua metpeners sudah pada sidang dan S.Psi. yeaaay! \m/