Satu..dua..tiga
Tiga pesawat mengudara. Aku menerka-nerka di mana kamu berada. Pesawat yang berwarna biru itukah? Merahkah? Atau putihkah?
Satu..dua..tiga
Tiga pesawat yang lain siap lepas landas. Aku sedikit cemas. Kedua lututku terlunglai lemas.
Satu..dua..tiga
Tiga pesawat mendarat. Aku berdoa cepat-cepat. Semoga ada kamu terdapat.
Satu..dua..tiga
Tiga pesawat lain entah kemana. Masih berharap kamu ada di sana.
Satu..dua..tiga pesawat
Tak
kan lelah meski terus berhitung hingga seribu pesawat. Kuharap awan di
atas sana menyampaikan salamku, agar kau selalu selamat.
Satu..dua..tiga pesawat
Tiga pesawat akan segera hadir. Aku setia menunggu hingga waktu yang tertakdir.
awalnya tulisan ini dibuat karena terinspirasi oleh seorang teman yang menjalani LDR. kemudian setelah berita tentang musibah Air Asia, jadi teringat kembali akan tulisan ini.
melihat keluarga yang ditinggalkan sungguh memilukan.
mudah-mudahan senantiasa dikuatkan, dihebatkan, dan disabarkan oleh Tuhan YME.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar