Jumat, 01 Juli 2011

Separation Anxiety Attack

just thinking about separation makes me feel bad. haha. tapi, mau gak dipikirin pun tetap kepikiran. kalau kata frank sinatra, 'and now the end is near'. bukan berarti sudah ga ada perjalanan setelah ini, cuma ibaratnya naik kereta ini sudah hampir dekat dengan stasiun pemberhentian. harus turun, mau gak mau. 'the end' yang saya bicarakan di sini adalah masa kuliah di kampus yang sebentar lagi expired.
sebagian orang mungkin akam berpikir, ini lebay banget. people comes and goes. it so natural, why so serious? buat saya ini sangat berkesan dan berarti sesuatu. karena dalam kehidupan kampus ini, saya pertama kali belajar untuk percaya kepada orang lain dan mempertahankan hubungan yang berarti dengan orang lain. untuk pertama kalinya, saya membiarkan orang lain tahu, apa yang saya rasa, pikir, dan menampilkan berbagai sisi dari saya. tidak semua juga sih. hanya saja dibandingkan dengan masa-masa sd, smp, sma, masa kuliah ini saya punya beberapa orang yang saya anggap dekat.
dulu saya selalu menghindar setiap kali ada orang lain yang mencoba dekat. saat saya merasa terlalu dekat dengan orang lain, saya akan kabur. hubungan yang saya maksud lebih ke arah pertemanan yo. saat terlalu dekat dengan orang lain, maka hubungan tersebut akan menjadi sangat kompleks. saya ga mau merasakan kehilangan, kecewa, dan timbul perasaan ketergantungan pada orang lain. meskipun di sisi lain, orang-orang dekat ini yang lebih siap siaga untuk membuat kita menjadi senang, merasa berarti, dan sumber penguatan. saat itu, saya memilih untuk menjadi single fighter. susah , senang, duka, dan cita ya disimpan sendiri saja. pun bercerita tentang hal-hal pribada sekadarnya saja. dalam rangka menghargai orang lain.
di masa perkuliahan ini, saya mengambil risiko yang sebelumnya saya takuti. singkat kata, ada beberapa orang yang cukup dekat. kepada mereka saya cukup banyak curhat. bahkan saya pernah berkonflik juga. saat mengalami konflik ini, saya sempat berpikir, wah, mending udahan aja deh. emang gw gak cocok terlalu dekat sama orang. tapi sebagian diri saya merasa ini pengalaman yang mendewasakan. jadi saya hadapi konflik itu. hasilnya, saya survive. haha. saya merasa lebih memahami mereka setelah konflik itu. jadi saat ada sesuatu yang gak nyaman, saya bisa lebih tolerir.
lama-lama saya sudah mulai bisa percaya dengan orang lain dan menjadi lebih terbuka. bagaimana pun kita hidup di antara manusia-manusia lain. gak mungkin bisa sendirian terus seumur hidup.
saya sangat bersyukur menemui mereka dalam simpang kehidupan ini. senang karena garis hidup kami saling bertemu di satu titik. saya merasa beruntung memiliki orang-orang ini disekitar saya. dan saya merasa bangga juga pada diri sendiri karena berani keluar dari zona nyaman.
dampak dari hubungan yang dekat ini, ya itu tadi, ada perasaan takut kehilangan saat harus berpisah. hal ini yang sedang saya alami sekarang. pernah saya utarakan perasaan takut ini pada salah seorang teman dekat tersebut, dia bilang selama masih ada teknologi yang namanya sms, ym, social media, dan masih napas semua akan baik-baik saja. yah, semoga :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar